Gaya Mengajar
Pendidik telah megetahui bahwa orang belajar dengan cara yang berbeda. Setiap orang memiliki “gaya belajar” tersendiri yang biasanya diketegorikan sebagai pelajar visual, pelajar audio, atau pelajar kinetis.
Informasi ini sangat dibutuhkan untuk menolong orang dengan ketidakmampuan belajar. Mata pelajaran, isi dan bahan dapat dibawakan dan diajari menurut gaya belajar siswa. Bagaimanapun tidak semua siswa akan bertemu dengan pendidik yang benar-benar mengetahui cara terbaik untuk membawakan mata pelajaran menurut cara belajar mereka. Terlebih lagi, ini seperti tidak mungkin didalam lingkungan belajar kelas dimana banyak orang dan tidak semua orang memiliki cara belajar yang sama. Guru hanya bisa membawakan mata pelajaran, isi dan materi menurut norma-norma kelas. Sebagai hasilnya, siswa yang tidak memiliki norma ini atau gaya belajar umum tidak akan belajar sepenuhnya.
Penjelasan diatas menjelaskan kenapa guru les privat sangat penting dan mereka dibayar dengan harga bagus karena mereka dapat benar-benar menolong seorang siswa menurut gaya belajar mereka.
Ada beberapa mata pelajaran (seperti matematika dan Bahasa) dimana pendidik merasa tertantang untuk membawakan isi dan bahan menurut gaya belajar. Sebagai hasilnya, beberapa siswa akan merasa bahwa mereka bodoh dan tidak dapat mempelajari mata pelajaran tersebut. Mereka akan malu dari mata pelajaran ini selama hidup mereka dan membatasi potensi karir karena mereka piker mata pelajaran tersebut sangat tidak mungkin dimengerti. Untuk pendidik dan pemangku kepentingan yang harus mengkaji ulang setiap mata pelajaran, isi dan bahan untuk disamakan dengan gaya belajar siswa sangat membosankan dan mahal, dimana langkah ini harus dijalankan setiap tahun sekolah.
Pendekatan yang tepat untuk menolong siswa adalah dengan mengajari mereka supaya menjadi pelajar “all style”. Seorang pelajar “all style” dapat mengerjakan mata pelajaran, isi dan bahan yang disediakan dalam bentuk “gaya audio”, “gaya visual” atau “gaya gerak”. Tidak ada batasan untuk belajar karena dengan tidak memandang mata pelajaran tertentu, isi dan bahan yang dibawakan, siswa memiliki kemampuan untuk mengerjakannya (mengenali, memahami, menghubungkan, intisari, memutar, mengevaluasi, membuat, dll) dalam segala bentuk.
Menjadi lebih ekonomis untuk melatih anak untuk menjadi pelajar “all style” dengan keuntungan yang penting yaitu anak dapat belajar apapun dan mencapai potensi mereka dalam memilih karir yang mereka inginkan.
Mengajari siswa semua hal penting adalah satu-satunya bentuk pengajaran yang cocok untuk kesuksesan siswa karena tidak ada yang tahu industry mana yang lebih dibutuhkan dan berharga dimasa depan.
Comments are closed